Pakem Batik Tulis “Batik motif pakem masih jadi idola. Motif-motif tradisional tersebut masih dianggap unik dan menarik oleh konsumen. Mereka bahkan merasa belum memakai batik kalau motifnya tidak pakem,”

Motif pakem atau klasik justru disenangi masyarakat kalangan menengah ke atas. Selain motifnya konsumen juga masih menyukai warna sogan, yang juga warna pakem batik. Padahal warna batik yang membanjiri pasar justru warna-warni.

Pakem Batik Tulis Indonesia

Beberapa contoh pakem batik meliputi :

Semen Romo Sawat Gurdo

Kegunaan               : Busana daerah
Makna Filosofi    : Yang memakai diharapkan menjadi menarik.

Semen Romo Sawat Gurdo Cantel

Kegunaan              : Upacara mitoni, Dipakai pesta
Makna Filosofi    : Agar selalu mendapatkan berkah Tuhan.

Lung

Kegunaan            :   Pakaian sehari-hari
Makna Filosofi    : Lung (Pulung), dengan memakai kain motif ini diharapkan akan mendatangkan pulung (rezeki)

Parang Barong

Kegunaan            : Dipakai oleh sultan/raja.
Makna Filosofi    : Bermakna kekuasaan serta kewibawaan seorang raja.

 

Parang Grompol

Kegunaan            : Busana daerah
Makna Filosofi    : Orang yang memakai diharapkan akan diharapkan mempunyai rezeki yang banyak.

Parang Nitik

Kegunaan            : Busana daerah
Makna Filosofi    : Orang yang memakai menjadi luwes dan pantes.

Parang Kusumo Ceplok Mangkoro

Kegunaan              : Berbusana pria dan wanita
Makna Filosofi    : Parang Kusumo = Bangsawan       Mangkoro = Mahkota
Pemakai mendapatkan kedudukan, keluhuran dan dijauhkan dari marabahaya.

Wahyu Tumurun

Kegunaan            : Busana daerah
Makna Filosofi    : Agar si pemakai mendapatkan wahyu (anugerah).

Wahyu Tumurun Cantel

Kegunaan            : Dipakai Pengantin pada waktu panggih (temu)
Makna Filosofi    : Wahyu berarti anugerah, temurun berarti turun; dengan menggunakan kain ini kedua pengantin mendapatkan anugerah Tuhan berupa kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta mendapat petunjuk-Nya.

Sido Luhur

Kegunaan            : Dipakai mempelai perempuan pada malam pengantin
Makna Filosofi    : Dua jiwa menjadi satu

Sido Asih

Kegunaan            : Dipakai mempelai perempuan pada malam pengantin
Makna Filosofi    : Dua jiwa menjadi satu

Semen Rante

Kegunaan            : Untuk sehari-hari
Makna filosofi     : Panah mengena dan diikat

Side Mukti

Kegunaan            :  Upacara mitoni, Menggendong bayi
Makna Filosofi    : Sido Mukti, berarti gembira; kebahagiaan untuk mengendong bayi sehingga bayi merasakan ketenangan dan kegembiraan.

 

Udan Liris

Kegunaan            : Busana daerah
Makna Filosofi    : Orang yang memakai diharapkan bisa menghindari hal-hal yang kurang baik.

Sekar Jagad

Kegunaan            : Digunakan orangtua mempelai pada saat acara pernikahan
Makna Filosofi    : Hatinya gembira semarak

Truntum

Kegunaan            : Dipakai orangtua mempelai
Makna Filosofi    : Orang tua memberi tuntunan

 

Kami sudah berpengalaman dalam dunia perbatikan jadi tidak perlu
meragukan kinerja ataupun kualitas produk kami anda dapat memesan batik kami
dengan menghubungi kami di nomor MUNDARSO 0821-3939-2345,
Anda juga bisa melakukan pemesanan secara custom
sesuai  motif yang anda inginkan
dengan harga yang murah dan berkualitas untuk informasi lanjut silahkan hubungi ,

kami siap melayani anda 24jam

“Kualitas adalah Budaya”